Friday, 3 September 2010
www.carikerja.net Baru saja saya membaca kumpulan cerpen KISAH (kontes inspiratif dan harapan) tahun 2007/2008 dengan judul "Perempuan di Rantai Kekerasan". Penerbit Esensi salah satu anak perusahaan penerbit Erlangga. Yang menarik dalam buku berukuran +/- 25x10 cm tersebut saya membaca karangan Adenita salah satu finalis . Saya kurang mengikuti perkembangan pemikiran kreatif perempuan yang pernah menulis novel 9 Matahari penerbit Gramedia pustaka. Saya pikir dalam penggambaran karakter tokoh utamanya selalu dihinggapi keadaan psikologi abnormal. Dan bagaimana kecenderungan dari tokoh utama (aku) yang digambarkan menyukai menyakiti diri sendiri sebagai bentuk perlawanan semu atas penderitaan yang di alaminya. Sekedar catatan dari karangan2 tersebut asal-muasal penderitaan sang tokoh adalah perjuangannya melanjutkan pendidikan, keadaan ekonomi dan kekurangharmonisan keluarga inti. Ciri lainnya adalah bagaimana perbandingan output lulusan perguruan tinggi dengan sang tokoh yang "kalah" dan menyandang status sebagai pekerja rendahan dalam perjalanan kisahnya ketika ia kuliah. Obsesi lain sangat menukik kearah pendalaman ilmu psikologi. Sedangkan dari riwayat pendidikannya kita tahu Adenita seorang sarjana komunikasi. Dan ia meramunya dengan penjabaran teori-teori komunikasi yang ia miliki. Kumpulan cerita ini bisa dibilang dari sudut pandang feminisme dalam ranah KDRT yang menyoroti budaya patriakisme, Erich Fromm berteori perjuangan gender antara laki-laki dan perempuan akan terjadi sampai kapanpun (baca buku: Matriarki, Cinta dan Seksualitas) salah satu buah karya generasi pertama mazhab kritis Frakfruth atau neo- freudian ini.
Sayang saya kurang mengerti bahwasanya korban KDRT tidak melulu adalah perempuan.
Sayang saya kurang mengerti bahwasanya korban KDRT tidak melulu adalah perempuan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



No comments:
Post a Comment